Gempita Lomba Koor Tiga Generasi AntarlingkunganGuyub dalam Pelayanan Koor
- Aug 29, 2017
- 2 min read

Koor atau paduan suara menjadi warna tersendiri yang hadir dalam setiap misa. Di Gereja Yesus Gembala Yang Baik (GYGYB), telah ada paduan suara dari masing-masing lingkungan/stasi yang setia melayani misa setiap minggunya. Koor yang indah tentu sangat membantu umat lebih khusyuk dalam misa. Terinspirasi oleh hal tersebut, panitia HUT ke-6 GYGYB menggagas sebuah lomba akbar yaitu Lomba Koor Tiga Generasi Antarlingkungan se-Paroki Santo Yoseph Denpasar.

Gempita lomba koor tiga generasi ini berlangsung pada Minggu (20/8) yang lalu. Seluruh lingkungan dan stasi ikut berpartisipasi dalam lomba. Keguyuban lebih terasa karena koor dari masing-masing lingkungan harus terdiri dari tiga generasi, yaitu anak-anak, remaja, dan dewasa. Seperti diketahui bersama, koor misa biasanya dilayani oleh bapak-bapak atau ibu-ibu. Dengan adanya lomba ini diharapkan ada regenerasi dalam pelayanan koor. Semarak lomba koor dirasakan oleh semua umat yang hadir menonton karena lomba diadakan di dalam gereja. Panitia mengatur lokasi lomba di depan altar sehingga semua bisa menikmati kemeriahan lomba ini. Lagu wajib yang dinyanyikan adalah lagu Yesus Gembala Yang Baik. Sementara lagu pilihan adalah lagu nasional Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Kebyar-Kebyar. Juri yang menilai pun telah berkompeten di dunia tarik suara dan paduan suara, yaitu Andreas Sugeng Budiraharjo, Mariadi Purba, dan Miko.

Dimulai kurang lebih pukul 12.10, lomba dibuka dengan penampilan koor yang ciamik dari lingkungan St. Agustinus. Nomor undi dua, koor lingkungan St. Maria Regina tampil tak kalah memukau. Berturut-turut setelahnya, tampil koor stasi Stefanus, St. Gregorius Agung, St. Mikael, St. Theresia, dan St. Bernadete. Penonton tak henti bertepuk tangan setiap kali setiap koor lingkungan tampil dengan lagu-lagu yang merdu. Lomba ditutup dengan penampilan indah koor lingkungan St. Renya Rosari. Tak hanya perpaduan suara merdu yang berhasil memikat penonton, kekompakan dan warna-warni seragam yang dikenakan pun menambah gempita acara ini.
Ditonton oleh umat sekaligus pendukung masing-masing lingkungan, semarak lomba koor ini begitu terasa guyub. Ditambah lagi dukungan penuh dari kedua gembala paroki tercinta, Romo Subagha dan Romo Yan Madia. “Semua koor lingkungan ikut ambil bagian dalam lomba ini. Hal ini menandakan bahwa Paroki St. Yoseph memiliki SDM yang berpotensi dalam bernyanyi di paduan suara. Tujuan diadakannya lomba ini, salah satunya adalah untuk merekrut peserta untuk terlibat dalam pelayanan koor paroki. Diharapkan semoga ada tanggapan yang baik dari lingkungan sehingga liturgi kita semakin hidup,” ungkap Etik Weking, selaku panitia lomba koor tiga generasi antarlingkungan. Gempita lomba koor ini memacu untuk semakin setia dalam melayani, dan tentunya semakin guyub, bukan? (Tim HUT6GYGYB / Sora Riyanti & Photo Courtesy by Pubdekdok).













Comments