LOMBA MEMASAK KELUARGA ANTAR LINGKUNGAN - Kehangatan dalam Keluarga, Kebersamaan dalam Paroki
- Sep 8, 2017
- 2 min read
Kehangatan dan kebersamaan dalam sebuah keluarga nampak dalam Lomba Memasak Keluarga Antarlingkungan se-Paroki St Yoseph Denpasar yang digelar pada Minggu (3/9) kemarin. Mengambil tempat di basement Gereja Yesus Gembala Yang Baik – Ubung, acara ini dimeriahkan oleh umat seluruh Paroki. Total ada tujuh lingkungan dan satu stasi yang ikut berpartisipasi. Peserta lomba terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Dimulai tepat setelah misa, acara diawali dengan demo memasak nasi goreng rendang oleh seorang chef sekaligus salah satu juri dari sponsor, yaitu unilever. Karena animo peserta yang cukup tinggi, ada beberapa lingkungan bahkan mengirimkan dua keluarga perwakilan, sehingga lomba ini dibagi menjadi dua tahap. Tema lomba adalah nasi goreng. Tahap pertama berlangsung selama tiga puluh menit. Lomba ini berlangsung dengan menarik karena hanya sang ayah yang diperbolehkan memasak, ibu dan anak hanya menjadi assistant chef. Ibu-ibu yang biasanya akrab dengan urusan dapur kini mempercayakan urusan memasak pada sang ayah. Dengan seragam warna oranye cerah dari sponsor, celemek, dan topi putih ala chef sungguhan, para ayah dengan lihai menunjukkan kemampuan mereka memasak nasi goreng. Setelah tahap pertama selesai, sambil menunggu peserta lomba tahap kedua bersiap-siap, salah satu sponsor yaitu PT Prambanan Kencana mengadakan demo membuat pasta oleh chef sekaligus juri lomba. Tak hanya pasta, ada juga chicken bolognese dan chicken finger. Penonton yang hadir bisa mencicipi hidangan-hidangan lezat ini. Tahap kedua pun berlangsung tak kalah seru. Lomba semakin meriah karena Orang Muda Paroki (OMK) yang ikut andil ber-akustik ria menghibur penonton yang hadir. Kehangatan lebih terasa karena usai lomba, keluarga berpose dengan masakan mereka, anak diapit ayah dan ibu di kiri kanannya, sambil dicium pipinya. Tak hanya kehangatan dalam keluarga, kebersamaan dalam satu paroki St Yoseph Denpasar pun tampak jelas. Umat memberikan dukungan pada keluarga-keluarga yang berlomba. Kehebohan dan antusias umat menjadi gambaran bahwa lomba ini patut diadakan lagi pada waktu-waktu berikutnya.













Comments